Malam ini ada seorang temen berkunjung ke kosan ku. sambil kita berbincang-bincang ria dia menanyakan sesuatu kepada saya, eh kalo marga lo tuh (sitanggang) yang satu turunan marga apa aja sih ?? wekkzzz gw kaget seketika, dengan rasa malu aku bilang “aku cuma tau dikit” hehehe
maklumlah dari kecil sampe umur sekarang (bisa dibilang udah berumur) tinggal di negeri orang. Orang tuaku sudah pernah cerita tentang tentang silsilah orang batak sampe dari marga ke marga, tapi dasar manusia LUPA-LUPA INGAT. Aha do tahe istilah nya ??
Mengingat hal itu, dan untuk memenuhi rasa penasaran ku, aku langsung menuju google untuk mencari tau silsilah batak. aku dapat salah satu nya dari http://shirleythe-24may.blog.friendster.com/2008/06/tentang-parna/
yang isi nya sebagai berikut.. and selamat membaca
Tentang PARNA
PARNA adalah singkatan dari Parsadaan Nai Ambaton (lazim juga disebut sebagai Pomparan ni si Raja Naiambaton) yaitu kumpulan marga yang merupakan keturunan dari Nai Ambaton.
Siapakah Nai Ambaton ini? Untuk mengetahuinya mari kita melihat ke sejarah mula-mula Si Raja Batak.Si Raja Batak memiliki 3 orang anak laki-laki yaitu Guru Tateabulan, Raja Isumbaon dan Toga Laut. Guru Tateabulan memiliki 5 anak laki-laki dan juga 3 anak perempuan, yaitu Siboru Pareme, Siboru Anting Sabungan, Siboru Biding Laut. Raja Isumbaon memiliki 3 orang anak laki-laki yaitu Tuan Sorimangaraja, Raja Asi-asi dan Sangkar Somalidang.
Tuan Sorimangaraja kemudian memperistri 3 orang, yaitu:
1) Siboru Anting Sabungan (disebut juga Siboru Paromas)
2) Siboru Biding Laut, adik Siboru Anting Sabungan
3) Siboru Sanggul Haomasan
Anak pertama Tuan Sorimangaraja dari Siboru Anting Sabungan dinamai Si Ambaton atau Tuan Sorbadijulu. Dari sinilah nama Nai Ambaton berasal (nai = ibu, Ambaton = nama anaknya, Nai Ambaton = ibunya si Ambaton). Konon Nai Ambaton ini berpesan kepada anaknya Si Ambaton untuk menjaga persatuan keturunannya.
“Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru”. Kalimat ini sulit diterjemahkan secara tepat dalam bahasa Indonesia tetapi kira-kira maksudnya adalah bahwa semua keturunan Raja Naiambaton adalah satu putra-satu putri (dianggap sebagai satu saudara). Begitu eratnya persaudaraan itu seolah-olah antar kakak dan adik kandung, meskipun hubungan darahnya sudah jauh.
Karena dianggap sebagai satu saudara, putra-putri keturunan Nai Ambaton tidak boleh menikah satu dengan yang lain. Hingga hari ini, terasa canggung bahkan tabu untuk saling mengawini di dalam marga-marga Parna. Jika sampai ada yang menikah, bisa dipastikan pasangan ini akan menjadi bahan gunjingan dan cercaan. Kerap kali mereka dikucilkan –atau mengucilkan diri– dari acara-acara adat.
Terkadang salah satu pihak menggunakan sub marga yang tidak umum dikenal sehingga tidak diketahui bahwa mereka memiliki hubungan kekerabatan. Teman, orang tua atau kerabat yang mengetahui hal ini berkewajiban untuk segera memberitahukan. Karena sudah menjadi norma yang dipahami bersama, orang yang ditegur pun tidak boleh marah kepada yang menegur.
Dari situs www.parna.org, marga-marga Parna dibagi menjadi 4 kelompok besar:
A. Dari Simbolon Tua:
1. Simbolon
2. Tinambunan
3. Tumanggor
4. Maharaja
5. Turutan
6. PinayunganSilsilahbatak
7. Nahampun
B. Dari Tamba Tua
8. Tamba
9. Siallagan
10. Sidabutar
11. Sijabat
12. Siadari
13. Sidabalok
(no 10 s.d. no 13 disebut Si Opat Ama)
14. Rumahorbo
15. Rea
16. Napitu
17. Siambaton
C. Dari Saragi Tua
18. Saragi
19. Saragih
20. Simalango
21. Saing
22. Simarmata
23. Nadeak
24. Basirun
25. Bolahan
26. Akarbejadi
27. Kaban
28. Garingging
29. Jurung
30. Telun
D. Dari Munte Tua
31. Munte
32. Sitanggang
33. Sigalingging
34. Siallagan
35. Manihuruk
36. Sidauruk
37. Turnip
38. Sitio
39. Tendang
40. Banuarea
41. Gaja
42. Berasa
43. Beringin
44. Boangmanalu
45. Bancin
Catatan: aku tidak sepakat kalau Sitio diletakkan di rumpun Munte Tua karena Rumahorbo-Napitu-Sitio adalah satu saudara sehingga semestinya Sitio berada di kelompok yang sama dengan Rumahorbo dan Napitu, yaitu sebagai bagian dari Tamba Tua.
Di situs yang lain, disebutkan bahwa marga-marga Parna berjumlah 70 marga. Berikut adalah daftarnya (sebanyak 68 marga saja, yang lainnya belum diketahui) yang disusun secara alfabetikal, bukan berdasarkan urut-urutan kesenioran.
1. Bancin (Sigalingging)
2. Banurea (Sigalingging)
3. Boangmenalu (Sigalingging)
4. Brampu (Sigalingging)
5. Brasa (Sigalingging)
6. Bringin (Sigalingging)
7. Gaja (Sigalingging)
8. Dalimunthe
9. Garingging (Sigalingging)
10. Ginting Baho
11. Ginting Capa
12. Ginting Beras
13. Ginting Guruputih
14. Ginting Jadibata
15. Ginting Jawak
16. Ginting Manik
17. Ginting Munthe
18. Ginting Pase
19. Ginting Sinisuka
20. Ginting Sugihen
21. Ginting Tumangger
22. Haro
23. Kaban
24. Kombih (Sigalingging)
25. Maharaja
26. Manik Kecupak (Sigalingging)
27. Munte
28. Nadeak (di pa lao)
29. Nahampun
30. Napitu
31. Pasi
32. Pinayungan (Sigalingging)
33. Rumahorbo
34. Saing
35. Saraan (Sigalingging)
36. Saragih Dajawak
37. Saragih Damunte
38. Saragih Dasalak
39. Saragih Sumbayak
40. Saragih Siadari
41. Siallagan
42. Siambaton
43. Sidabalok
44. Sidabungke
45. Sidabutar
46. Saragih Sidauruk
47. Saragih Garingging
48. Saragih Sijabat
49. Simalango
50. Simanihuruk
51. Simarmata
52. Simbolon Altong
53. Simbolon Hapotan
54. Simbolon Pande
55. Simbolon Panihai
56. Simbolon Suhut Nihuta
57. Simbolon Tuan
58. Sitanggang Bau
59. Sitanggang Gusar
60. Sitanggang Lipan
61. Sitanggang Silo
62. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 (Sigalingging)
63. Sitio
64. Tamba
65. Tinambunan
66. Tumanggor
67. Turnip
68. Turuten
Note: subject to correction & further editing. Untuk komunikasi lebih lanjut, silakan kontak ke gnapitu@gmail.com atau shirley.theresia@gmail.com
Paiton, 19 Juni 2008
========================
Sumber:
1) Situs http://www.parna.org/
2) Situs http://id.wikipedia.org/wiki/PomparAn_ni_Raja_Nai_Ambaton
3) 1) “Silsilah Marga-Marga Batak” karangan Drs. Richard Sinaga, terbitan Dian Utama, Jakarta (2000)

April 22nd, 2009 Visited 3841 times, 12 so far today
elizer
Posted in
Tags: 




Wakakakk…tumben loe Bahas PARNA…btw Naibaho mana nih??Curang loe akhz marga gw ga di Buat..^_^
namanya juga copas nay.. kaga tau asal mu asalnya hehehe
horas…..
smoga parna makin jaya dan selalu memegang erat pesan yang di sampaikan oleh yang terdahulu…
sisad anak sisada boru
boa do hita parna na maolan ma lului ni hazian ni tokin tokin didokon oma na mar boru parna,boado songoni marsibuatan ma hita alai unag ma sadarah ate,,,,,,,horaaaaaazzzzzzzzzzzzzzzzzz di hamu aka apara
Ada baiknya kita memegang teguh pesan dr leluhur kita.
Dan menjaga tali persaudaraan marga/boru sesama PARNA.
Horas di hamu sasudena.
horass..
horas wat mua keturunan PARNA
sisada anak, sisada boru harus saling bahu membahu..
horas,, horas ma hita sude
Gbu ^_^
Horas Manjuah juah. mhn penjelasan tentang Popparan Sibuyak buyak Sionom Kodin,sepengtahuan saya bahwa Poppaan si onom Kodin itu terdiri dari Enam marga saja Sehingga disebut Si onom Kodin.tetapi pada keterangan diatas dijelaskan bahwa ada Tujuh Marga Yakni Marga Simbolon sebagai anak paling tua.Mengapa dicantumkan Tujuh marga,sedangkan popparan ini dijuluki Popparan Si Onom Kodin.
Mohon penjelasannya.
Maaf bagi saudara yang mau membantu untuk menjelaskan ttg hal diatas,dan mau berkomonikasi dgn saya, bersama ini saya cantumkan nomor Hand phone saya yakni 0813 541 83 836
bagi apara2 ku sekalian yang mempunyai Update terbaru mengenai parna mungkin bisa mengirim emal ke saya : elizerenator(at)gmail.com mungkin saya nanti akan Publish.
Mungkin bagi yang penasaran bisa mengunjungi
http://www.parna.org
kreatif…!!ntar kalau ada marga chaniago nanya,ambo masuk marga apa ya? pengarang langsung jawab :”Tunggu saya akan coba masukkan kalian ke….rumpuuun..kelompok..mana yang kosong ya?,Munthe tua penuh,Sigalingging tua pun… padat,kalau gitu ke rumpun baru lah.Rumpun ini baru kemarin ‘kukarang’ , yaitu kelompok NATUA-TUA!,nanti tertulis `SSaniago` ya!”
horasssssss marga Parna
seharusnyadan sepantasnyalah kita marga/boru parna tetap bersatu
@ erna : Horas juga ito.. yoi itu harus tetap kita jaga dan semua orang batak tentunya dimanapun berada..
elizer´s last blog ..15 Makanan Teraneh (indonesia termasuk loh) strangest foods
bs kirim artikel ini ke email sy
Hallo hm angka dongan parna unang lupa hm di hata btk i,ajari hamu angka naunggelleng asa di antusi.unang adng parna na lilu.ala nunga adong namandok ml ni sungku di dok ibana turnip sian jogja
@ bastian : olo.. hu attusi do marbahasa batak, tapi gagap au molo berbica langsung.. hehehehe
elizer´s last blog ..CSS Menu Free
horas
ilmar d´s last blog ..Download Software Kamus Untuk Hp Gratis
Salam PARNA!! Horas, Njuah-juah……Usul nih,
1. Paling bagus kalau urutan marga Parna itu disusun menurut asal usul percabangannya, sehingga kita tau secara menyeluruh.
2. Ada baiknya kalau pencantuman marga yang tergabung dalam Parna diadakan survey lagi, sehingga ungkapan “sisada anak sisada boru” dapat mengikat semua marga Parna secara menyeluruh. Survey yang dimaksud langsung kepada yang paling mengetahui seperti penatua-penatua adat didaerah masing-masing, misalnya Karo, Simalungun, Pakpak dll.
3. Khusus marga Banurea, Manik, Tendang, Gajah dll yang tersebar di daerah Pakpak, mereka bukan marga Parna, Marga tersebut asli suku Pakpak sebab dari jaman dahulu hingga kini keturunan marga itu telah dan selalu “marsiolian” dengan marga Parna yang sah dan resmi yang bermukim disana yaitu SIENEM KODEN (sionom hudon)Tinambunan, Tumangger, Turuten, Pinayungan, Maharaja dan Anak Ampun (keturunan Simbolon Tuan)
4. Poin 1,2,3 : mohon tanggapan………
horaaaas…
haduuuuuuuuw…pusing x aku dgan parna ini… banyak x pun… tp anehnya banyak yg gak tau opungnya siapa dan no brapa mreka… (ketika aku martutur dgan marga parna, si onom hudon khususnya…mereka gak tau..)untungnya…suamiku mengerti ttg tarombo mereka…parna…si onom hudon…NAHAMPUN khususnya… dan stahu ku…pernah mertua cerita…klo di kampung kami…dairi (napahorsik)…adatnya terbalik dgan toba…